Sabtu, Februari 16, 2019

Menghapus Jejak Tsunami di Dermaga Canti

tsunami

TERIK matahari tidak menyurutkan semangat puluhan pasukan loreng bersama masyarakat setempat memperbaiki Dermaga Canti, di Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (15/2). Satu per satu dari mereka dengan cekatan menata adukan semen yang keluar perlahan dari tabung truk molen. Adonan itu kemudian disiramkan dan diratakan dalam...

Bukan Simsalabim, Iqbal Kini Miliki 11 Cabang Kuliner

kuliner

BILANGAN Jalan Endro Suratmin, Sukarame, Bandar Lampung menjadi wilayah strategis bisnis kuliner. Berdekatan dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung dan Institut Teknologi Sumatera (Itera) menjadikan daerah ini ramai jejeran berbagai gerai makanan. Salah satu perintis yang mengawali maraknya bisnis kuliner di daerah itu adalah rumah Inspirasi...

Antara Makanan dan Medsos, Rahman Menabur Mimpi

makanan dan medsos

RAHMAN tidak mengira bisnis kuliner dan media sosial (medsos) akan mengubah jalan hidupnya. Melalui keduanya, lelaki ini pun mulai mengembangkan “kerajaan” bisnis makanannya. “Medsos membuat segala hal dapat tersiar cepat dan dikenal publik. Positifnya, banyak pengusaha memanfaatkan dunia maya dengan memviralkan kegiatan bisnis mereka,” ujarnya, kemarin. Hal itu...

Sutinah Pun Sukarela Mundur dari Keluarga Harapan

keluarga

SUTINAH penjual es kelapa muda di Sukarame, Bandar Lampung, penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) mengundurkan diri secara sukarela dari kepesertaan PKH. Ibu empat anak yang menjadi peserta PKH sejak 2011 itu sadar, dia sudah tidak layak mendapatkan bantuan dari PKH karena sudah bisa menjalankan usaha secara mandiri....

Nyanyi Sunyi di Rumah Khamami

setor

SUASANA Jumat (25/1) pagi di Rumah Dinas Bupati Mesuji Khamami itu sungguh berbeda. Usai sang pemilik rumah dinas itu ditahan, bangunan yang biasanya ramai dikunjungi warga untuk sekadar bersilaturahmi dan bertegur sapa dengan sang Bupati kini sunyi sepi bagai tidak berpenghuni. Sesekali terdengar suara burung berkicau meningkahi sekitar....

Berjibaku Membangun Hunian untuk Korban Tsunami

mambangun hunian

DI bawah terik matahari begitu menyengat tepat di atas ubun-ubun, pria-pria berseragam loreng itu tetap bahu-membahu membangun hunian sementara (huntara) di Desa Banding, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Jumat (18/1). Ada yang mengaduk-aduk adonan semen dan pasir. Ada yang tengah meratakan tanah dengan traktor. Sebagian prajurit ada yang sibuk...

Delapan Tahun Penuh Rasa Waswas

Delapan Tahun Penuh Rasa Waswas

Hari sudah siang, tetapi kondisi di Terminal Pasar Bawah atau Ramayana cenderung gelap, Senin (14/1). Kini terminal di pusat kota itu sudah disesaki pedagang kaki lima. Kebanyakan dari mereka adalah penjual sepatu, tas, sandal, dan sejumlah aksesori. Sudah delapan tahun pedagang menempati Terminal Pasar Bawah. Mereka awalnya berjualan...

Melongok Kediaman Sementara Korban Tsunami

korban tsunami

Kondisi Way Muli Pascatsunami (LAMPUNG POST/IKHSAN DWI NUR SATRIO) PELATARAN Wisma Atlet GOR Way Handak (GWH) tiba-tiba lebih ramai dari biasanya. Minggu (13/1), sejumlah kendaraan berpelat merah memenuhi halaman gedung berlantai dua itu. Satu per satu tamu yang datang memasuki ruangan Wisma Atlet yang...

Cucu Kesayangan Direnggut Tsunami

cucu kesayangan

"CUCU kesayanganku direnggut tsunami, Pak." Kalimat itu sering dilontarkan dari mulut nenek Azira, korban tsunami Lampung Selatan, beberapa waktu lalu. Azira yang menginjak usia 2,5 tahun itu adalah cucu kesayangan Mulyani, warga Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa. GUNUNG ANAK KRAKATAU. Kondisi Gunung Anak Krakatau...

Kembali Bersekolah di Tenda Darurat

pembangunan

RIUH suara anak-anak terdengar sayup-sayup dari luar tenda putih yang berdiri kokoh di area stadion lapangan tenis indoor Kalianda, Lampung Selatan. Selasa (8/1), adalah hari kedua bagi anak anak itu “bersekolah” di tenda darurat. Ketika Lampung Post melongok ke dalam tenda, suasana kelas dadakan itu tampak ala kadarnya....